Blue Arrow Strategy, By. Ery Masruri

Elliot,filsuf Jerman berujar:
kenapa dalam abad keemasan dunia sains dan tekhnologi justru aku dapatkan fakta paling tragis tentang hilangnya martabat kemanusiaan?”

Tidak bisa kita pungkiri bahwa perkembangan Sains dan tekhnologi adalah hasil riil dari kinerja lembaga pendidikan. Semakin baik kinerja lembaga pendidikan akan semakin baik dan cepat sains dan teknologi berkembangan.

pertanyaannya: jika lembaga pendidikan yang mulia adalah agen of cange, dimana para pelaku dan penentu arah peradaban dipersiapkan, kenapa peradaban yang berkembang justru kehilangan nilai kemuliaannya, sebagaimana dikatakan Elliot?

jawabannya: karena pendidikan telah kehilangan nilai transendentalnya (tancendental values) sehingga fungsinya sebagai peletak dasar etik peradabanpun hilang.

Kesadaran inilah yang mendorong penyelenggara dan manajemen/operator Konsorsium Yayasan Mulia menetapkan misi-visi besarnya :”Mengambil Peran Masa Depan – Menentukan Arah Peradaban

Dengan misi – visi besar ini berbagai unit pendidikan mulai dari Sekolah bayi, TK, SD, SMP, SMA hingga Perguruan Tinggi didirikan untuk mempersiapkan secara serius generasi masa depan bukan hanya sebagai penikmat peradaban, tapi dipersiapkan sebagai pemegang kendali dan penentu arah peradaban.

Dengan Sistem Pendidikan Islam Terpadu, siswa ditempa dan dikembangkan bukan hanya kecerdasan kognisi dan skillnya, tapi yang paling dasar dikembangkan kecerdasan spiritual dan kecerdasan sosialnya, sehingga di masa depan dengan kompetensi unggulnya mampu mengambil peran stategis dalam kehidupan, bukan untuk untuk kenikmatan pribadi, tetapi untuk kemaslahatan, keadilan dan kemuliaan bersama.

Saya pribadi sebagai bagian dari Konsorsium Yayasan Mulia, Yogyakarta, optimis KYM mampu berkonstribusi besar dalam Pengembangan Peradaban masa depan yang lebih mulia, karena selain sistem pendidikannya (Sistem Pendidikan Islam Terpadu) telah teruji, unit unit pendisikannya juga dioperasikan oleh orang orang muda yang kreatif, inovatif, semangat dan penuh dedikasi. Mereka orang orang yang telah mewakafkan dirinya di jalan perjuangan, untuk mengambil peran dan membangun peradaban masa depan Islam yang lebih cemerlang.

Setiap saat mereka datang ke sekolah tidak sekedar menjalankan tugas pribadi sebagai ‘pekerja’, tapi datang ke unit pendidikan sebagai Mujahid Da’wah, Pejuang Peradaban. Unit pendidikan bukan sekedar tempat bekerja tapi medan juang mereka.

Bismillah, Dengan Jiwa Mulia Konsorsium Mulia membangun Peradaban masa depan yang lebih Mulia.

https://smaitabubakar.sch.id/konsorsium-yayasan-mulia-membangun-peradaban-masa-depan-yang-lebih-mulia/