Konsorsium Yayasan Mulia kembali menggelar agenda rutin bulanan “Mulia Morning Talk” pada Sabtu pagi (25/4/2026) di Masjid Markaz Al Ishlah Komplek SMAIT Abu Bakar Yogyakarta. Kegiatan yang dilaksanakan setiap Sabtu pekan terakhir setiap bulannya ini bertujuan untuk memperkuat lembaga pendidikan melalui peningkatan spiritualitas (rukhiyah) seluruh guru dan karyawan.
Acara yang berlangsung singkat namun padat pada pukul 06.00-07.00 WIB ini diikuti oleh seluruh elemen di bawah naungan Konsorsium Yayasan Mulia. Peserta yang hadir mencakup pendidik dan staf dari tingkat TKIT hingga Universitas, serta tidak ketinggalan tim dari unit usaha Catering Mulia (Dapur Yayasan).


Bekerja Profesional sebagai Bentuk Ibadah
Pada pertemuan kali ini, panitia mengusung tema yang sangat relevan dengan dunia kerja, yaitu “Bekerja Profesional sebagai Ibadah”. Hadir sebagai pembicara utama, Dr. Muhaimin, S.H., M.Kn., memberikan pemaparan yang mendalam sekaligus memotivasi para peserta.
Dalam tausiahnya, Dr. Muhaimin memberikan satu kalimat penguatan penting yang harus senantiasa diingat oleh seluruh warga yayasan dalam menjalankan tugas sehari-hari.
“Bekerja itu hukumnya wajib, fardhu ‘ain, dan harus dilakukan secara profesional,” tegas Dr. Muhaimin.
Beliau menjelaskan bahwa profesionalitas dalam bekerja bukan sekadar tuntutan duniawi atau pemenuhan kontrak kerja, melainkan sebuah bentuk pertanggungjawaban langsung kepada Sang Pencipta. Ketika bekerja diniatkan sebagai ibadah, setiap peluh dan dedikasi yang diberikan akan bernilai pahala.
Komitmen Menjaga Mutu Lembaga, melalui kegiatan diskusi dan kajian rutin seperti Konsorsium Yayasan Mulia berharap seluruh guru, dosen, dan karyawan tidak hanya memiliki kompetensi yang unggul di bidangnya, tetapi juga memiliki fondasi spiritual yang kokoh.Sinergi antara profesionalisme kerja dan kekuatan rukhiyah ini diharapkan mampu membawa seluruh unit pendidikan dan unit usaha di bawah Yayasan Mulia menjadi lembaga yang berkah, maju, dan berintegritas tinggi.
