Yogyakarta — Konsorsium Yayasan Mulia (KYM), lembaga pendidikan Islam di Yogyakarta yang berkomitmen menjadi pusat pendidikan unggulan berstandar internasional, menggelar acara Syawalan 1447 H dengan tema Tingkatkan Kebersamaan Raih Kemuliaan,  pada Sabtu (28/3/2026) di Monumen Yogya Kembali. Kegiatan ini diikuti sekitar 1.676 peserta yang terdiri dari pengurus yayasan, guru, karyawan, beserta keluarga besar KYM.

Sejak berdiri dengan mendirikan TKIT Muadz Bin Jabal pada tahun 1993, KYM terus berkembang dan kini telah memiliki sejumlah unit pendidikan, antara lain 7 TKIT Muad Bin Jabal, 3 SDIT Luqman Al Hakim, 2 SMPIT Abu Bakar, 2 SMAIT Abu Bakar hingga perguruan tinggi, yakni Universitas Islam Mulia Yogyakarta (UIMY). Seluruh satuan pendidikan tersebut mengusung konsep pendidikan Islam terpadu yang menekankan keseimbangan antara aspek akademik, karakter, spiritual, dan moral, guna melahirkan generasi Rabbani yang beriman, cerdas, dan berdaya saing.

Acara Syawalan diawali dengan senam Nusantara yang diikuti secara antusias oleh seluruh peserta. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan fun walk sejauh kurang lebih 2 kilometer di sekitar kawasan Monumen Yogya Kembali, menciptakan suasana kebersamaan yang hangat dan penuh keakraban. Setelah itu, peserta menikmati makan soto bersama sebelum memasuki rangkaian inti acara berupa ikrar dan hikmah Syawalan.

Dalam sambutannya, ketua Pengurus Konsorsium Yayasan Mulia, Drs. Masruri menyampaikan bahwa acara syawalan ini harus menjadi momentum untuk ikhlas melepaskan perasaan yang mengganjal antara sesama yang bila tidak dilepaskan akan menjadi penghambat gerakan dakwah. Syawalan ini diharapkan menjadi momentum kebangkitan dan saling mengeratkan persaudaraan untuk menata “shaf-shaf” dakwah Konsorsium Yayasan Mulia.

Hadir menyampaikan Hikmah Syawalan, Ustadz Endri Laksana Nugraha, menuturkan kisah asal-usul perayaan hari raya pada masa sebelum hadirnya Islam, yang dikenal dengan Al Nairuz dan Al Mahrojan. Bahwa pada masa itu, perayaan dilakukan tanpa batasan nilai halal dan haram, hingga cenderung berlebihan. Islam kemudian menghadirkan Idul Fitri dan Idul Adha sebagai bentuk perayaan yang sarat nilai spiritual, empati, dan kepedulian sosial, termasuk melalui zakat fitrah dan semangat berbagi.

“Melalui Syawalan ini, kita diingatkan bahwa hari raya bukan sekadar perayaan, tetapi juga momentum memperkuat ukhuwah, saling memaafkan, dan meningkatkan kepedulian kepada sesama,” ujarnya.

Acara ditutup dengan doa taqabbalallahu minna wa minkum, shiyamana wa shiyamakum, serta kullu ‘aamin wa antum bikhair.

Suasana semakin meriah dengan hadirnya grup Nasyid acapella “Sintesa” dan pembagian berbagai doorprize yang menambah kebahagiaan seluruh peserta.

Melalui kegiatan ini, KYM tidak hanya mempererat tali silaturahmi antar civitas, tetapi juga meneguhkan komitmennya dalam membangun generasi muslim yang berkarakter, berintegritas, dan siap berkontribusi bagi masyarakat luas.