SMAIT Abu Bakar Yogyakarta sukses menyelenggarakan Talent Show yang luar biasa hingga suasana terasa pecah dengan adanya siswa dan siswi yang unjuk gigi, menampilkan bakat yang dimiliki oleh masing-masing siswa. Talent Show di SMAIT Abu Bakar Yogyakarta digelar pada  Jumat, 30 September 2022 setelah Ustadzah Nur Hasanah, M.Ag selaku Kepala Sekolah dan Ustadz Ahmad Burhani, M.S.I selaku perwakilan Yayasan Abu Bakar memberikan sambutannya.

Talent Show tersebut merupakan bagian dari proyek Sekolah Penggerak untuk penguatan profil pelajar Pancasila. Sebagaimana diketahui bahwa SMAIT Abu Bakar Yogyakarta dipilih pemerintah untuk progam tersebut. SMAIT Abu Bakar Yogyakarta mulai tahun pelajaran 2022-2023 telah ditetapkan sebagai salah satu sekolah penggerak, maka sesuai ketetapan tersebut SMAIT ABY berkomitmen untuk menerapkan Kurikulum Merdeka, khususnya bagi Fase E sehingga talent show diikuti oleh seluruh siswa  kelas X. Hal ini bukan berarti bahwa kelas XI dan XII tidak terlibat dalam kegiatan talent show di SMAIT Abu Bakar Yogyakarta. Seluruh siswa kelas XI dan XII bersama-sama menyaksikan penampilan unik dari adik-adiknya. Dua siswa kelas XI juga dilibatkan sebagai pembawa acara. Selain itu, siswa kelas XI dan XII diberi hak untuk memilih penampilan terbaik dalam talent show adik-adik kelas X Fase E tersebut.

Tema proyek penguatan profil pelajar Pancasila kali ini adalah ‘Bangunlah Jiwa Raganya, Bersahabat tanpa Bullying‘. Suasana lapangan basket pagi itu sangat meriah dengan berbagai penampilan kelompok yang diawali kelompok putra.

Melalui talent show, tampak bakat-bakat siswa Fase E yang unik . Beberapa kelompok menampilkan drama. Cukup banyak siswa yang memiliki kelebihan dalam hal bermain peran. Tema anti bullying yang ditampilkan dalam bentuk drama cukup membuat ‘pecah’ penonton. Peran sebagai orang yang membuli dan korban ditampilkan dengan baik oleh siswa. Pesan-pesan tidak ketinggalan diberikan di akhir drama pada kesempatan talent show tersebut. Selalu ada nasehat untuk tidak melakukan perundungan.

Salah satu bakat unik lainnya yaitu terlihat dari penampilan kelompok 5 yang menampilkan drama musical. Pembawa lagu adalah siswa bernama Zaidan, melantunkan sebuah lagu milik Danar Widianto. Lagu Danar Widianto yang berjudul “Stop Bullying” tersebut sempat viral dan trending di YouTube beberapa waktu lalu. Lagu tersebut mengangkat tema anti bullying. Zaidan menyanyikannya dengan suara yang apik dan penuh ekspresi.

Setelah 5 kelompok dari siswa Fase E menampilkan karyanya, giliran para siswi unjuk gigi. Tidak kalah seru dengan penampilan kelompok-kelompok sebelumnya, suasana menjelang siang itu juga menjadi ‘pecah’ oleh drama-drama dan penampilan menarik lainnya.

Tidak hanya drama, siswi Fase E ternyata memiliki bakat unik seperti pantonim dan puisi. Walaupun baru beberapa kelompok kelas X yang tampil, tetapi cukup membuat hadirin tidak mau beranjak dari tempatya dan ingin terus menyaksikan. Penampilan pantonim dari kelompok 11 benar-benar mengocok perut penonton. Waktu tampil pun tepat sekali dijadwalkan menjelang istirahat siang; menunda kantuk. Isinya sesuai tema yang diangkat, masih terkait dengan persahabatan tanpa bullying. Drama komedi juga tidak kalah hebat ditampilkan kelompk 17. Layaknya  tontonan lawak Ektravagansa atau Lokadrama Lara Ati di televisi, hadirin dari dewan guru maupun siswi lainnya pun dibuat tertawa namun tetap terdapat pesan sesuai tema talent show.

Waktu sebelum istirahat siang benar-benar menjadi semakin seru lagi ketika salah satu dari kelompok siswi menampilkan video. Film yang dibuat dan direkam sendiri oleh anak-anak kelas X tersebut dibuat seakan sebuah sinetron di televisi. Hal yang membedakan tentu adanya pesan yang disampaikan, lebih bermanfaat, dan sesuai dengan tema besar talent show yaitu terkait persahabatan tanpa bullying. Film dari kelompok 8 retsebut semakin seru dengan pembacaan puisi dengan judul ‘Kalimat Mematikan’. Puisi ‘Kalimat Mematikan’ tersebut disampaikan oleh siswi Fase E dengan penuh ekspresi. Indonesia tampaknya sudah bersiap menyambut Taufik Ismail muda atau Rendra baru. Tentu saja, kandungan dalam karya sastra itu tetap sesuai tema.

Setelah istirahat siang, kegiatan talent show dilanjutkan hingga semua kelompok (yang berjumlah 20 kelompok) maju menampilkan bakat masing-masing. Suasana masih berlangsung seru hingga acara selesai meskipun ditemani deraian hujan yang mendinginkan suasana.

Penulis: Zulfikar Sayf Maula, S.Kom. I

Editor: Umi Rodhiyyah, S.S

https://smaitabubakar.sch.id/talent-show-smait-abu-bakar-yogyakarta-pecah-siswa-dan-siswi-unjuk-gigi-tunjukan-bakat-masing-masing/